Sabtu, 16 Februari 2013

Profesi Pendidikan


1.      Profesi, jabatan/pekerjaan yang menuntut keahlian daripada anggotanya. Artinya tidak bias dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih, dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan.

2.      Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu:
a.       Orang yang menyandang suatu profesi.
b.      Penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.
Istilah profesional dikontraskan dengan istilah non professional/ amatiran. Dalam kegiatan sehari-hari seorang professional melakukan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dimiliki. Jadi, tidak asal tahu.

3.      Profesionalisme menunjuk pada komitmen pada anggota profesi untuk meningkatkan profesi secara terus menerus untuk mengembangkan strategi-strategi yang dipergunakan dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya.

4.      Profesionalitas, mengacu kepada sikap anggota profesi, serta derajat pengetahuan, dan keahlianyang mereka miliki. Dalam rangka melakukan pekerjaan. Seorang professional tidak mau mengerjakan sesuatu yang bukan bidangnya.


5.      Profesionalisasi, menunjuk pada proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan anggota profesi dalam mencapai criteria standar dalam penampilannya sebagai suatu profesi.

Ciri-ciri Profesi :
1.      Memiliki standar unjuk kerja yang baku/ memiliki aturan yang jelas tentang hal yang dikerjakan.
2.      Anggota profesi memperoleh pendidikan tinggi yang memberikan dasar-dasar pengetahuan yang bertanggung jawab.
3.      Memiliki lembaga pendidikan khusus yang menghasilkan tenaga profesi yang dibutuhkan. untuk menghasilkan tenaga guru, maka ada perguruan tinggi guru.
Seperti: UPI, IKIP, STKIP. FKIP, dll.
4.      Memiliki organisasi profesi yang memperjuangkan  hak-hak anggotanya. Serta bertanggung jawab untuk meningkatkan profesi/ profesi bersangkutan.
5.      Adanya pengakuan yang layak dari masyarakat.
6.      Adanya system imbalan yang memadai, sehingga anggota profesi dapat hidup dari profesinya.
7.      Memiliki kode etik yang mengatur setiap anggota profesi.


Syarat-syarat Profesi guru:
            Guru dianggap sebagai profesi bilamana ia memiliki pernyataan dasar, serta keterampilan ditambah kepribadian yang mantap. Dengan demikian guru harus memiliki kompetensi :
1.      Harus memiliki kompetensi professional, ia memiliki kemampuan yang luas dalam memahami subyek materi (bidang studi) yang akan digunakan / diajarkan metodelogis dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoritis dan mampu memilih metode yang tepat. Mampu mengguanakan bermacam-macam metode dalam proses belajar mengajar serta memiliki pengetahuan yang luas tentang landasan kependidikan dan memahami subjek didik (murid).
2.      Memiliki kompetensi personal, memiliki sikap kepribadian yang mantap. Sehingga mampu menjadi sumber identifikasi  bagi subjek. Dengan kata lain, guru harus memiliki kepribadian yang diteladani. Sehingga mampu melaksanakan kepemimpinan, yang dikemukakan oleh Ki Hajar dewantara yaitu “Tut Wuri Handayani, Ing madyo mangun karso, ing ngarso sung tulado”.
3.      Memiliki komunikasi social baik terhadap muridnya maupun teman guru, bahkan berkomunikasi dengan masyarakat. Memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. (mengutamakan nilai kemanusiaan daripada nilai benda material).
4.      Mempunyai kemampuan untuk melayani yang sebaik-baiknya.


Apabila seorang guru telah memiliki kompetensi tersebut diatas, maka guru tersebut telah memiliki hak professional karena ia telah dengan nyata memenuhi syarat-syarat tsb. Berikut ini adalah hak professional seorang guru:
1.      Mendapat pengakuan dan perlindungan hokum yang terhadap batas wewenang keguruan yang menjadi tanggung jawab.
2.      Memiliki kebebasan untuk mengambil langkah-langkah interaksi edukatif dalam batas tanggung jawabnya dan ikut serta dalam proses pengembangan pendidikan setempat.
3.      Menikmati kepemimpinan teknis dan dukungan pengelolaan yang efektif dan efisien dalam rangka menjalankan tugas sehari-hari.
4.      Menerima perlindungan dan penghargaan yang wajar atas usaha dan profesi yang inovatif dalam bidang pengembangan pendidikan.
5.      Menghayati kebebasan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara individual maupun secara institusional.





Kode Etik Guru

U.U. No. 8
            Kode etik PNS adalah pedoman sikap, tingkah laku, perbuatan didalam maupun diluar dinas.
            Kode etik Guru di Indonesia menurut PGRI adalah landasan moral dan pedoman tingkah laku warga PGRI dalam melaksanakan panggilan kepada pengabdiannya bekerja sebagai guru.

Tujuan kode Etik Profesi :
            Adalah untuk kepentingan anggotanya dan organisasi profesi. Adalah untuk:
1.      Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2.      Menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3.      Meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4.      Meningkatkan mutu profesi.
5.      Meningkatkan nutu organisasi profesi.

Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian kepada tuhan yang maha esa, bangsa dan Negara, serta kemanusiaan. Pada umumnya Indonesia yang berjiwa pancasila dan setia pada UUD 1945 turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, oleh karena itu guru Indonesia terpanggil untuk menaikkan karyanya dengan berpedoman pada dasar-dasar sbb. :
1.       Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila.
2.      Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional.
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
4.      Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar.
5.      Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya. Untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan nutu dari martabat profesi.
7.      Memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, serta kesetiakawanan social.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan  mutu profesi sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
9.      Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar